ID-150 Essential
- 1 IPv4 publik statis khusus Anda
- Speed hingga 150 Mbps
- Kompatibel Mikrotik, Windows & router
- Kredensial & perintah siap-salin di panel
Port HTTP, HTTPS, media, dan RTSP Reolink serta cara membukanya dengan IP public statis.
Diperbarui: 3 November 2026 · Port dan pengaturan mengacu pada nilai bawaan perangkat
Ringkasnya: Untuk membuka akses kamera Reolink dari luar jaringan di balik CGNAT, router Anda perlu membuat koneksi tunnel keluar ke penyedia IP public statis. Selanjutnya, buat aturan penerusan port di router menuju IP lokal Reolink, terutama port media 9000 untuk aplikasi resmi serta port RTSP 554 atau HTTPS 443 jika diperlukan antarmuka web.
| Port | Protokol | Fungsi | Diteruskan? |
|---|---|---|---|
9000 | TCP | Port media yang dipakai aplikasi Reolink untuk streaming langsung | Ya |
443 | TCP | HTTPS untuk antarmuka web | Opsional |
80 | TCP | HTTP untuk antarmuka web | Opsional |
554 | TCP | RTSP untuk pemutar pihak ketiga | Opsional |
Port di atas adalah nilai bawaan. Bila Anda mengubahnya di perangkat, sesuaikan aturan penerusan port.
Banyak penyedia internet perumahan menerapkan CGNAT (*Carrier-Grade NAT*) dan IP dinamis. Kondisi ini membuat perangkat Anda tidak memiliki alamat publik mandiri yang bisa dihubungi dari internet global. Ketika Anda mencoba melakukan akses kamera Reolink dari luar jaringan, permintaan koneksi dari ponsel atau laptop akan tertahan di gerbang jaringan penyedia internet karena alamat lokal NVR atau kamera tidak dikenali dari luar.
Kendala lain timbul dari pemisahan jalur data pada sistem Reolink itu sendiri. Anda mungkin berhasil membuka antarmuka web melalui port HTTP 80 atau HTTPS 443, tetapi video langsung tetap tidak muncul jika port media 9000 belum diteruskan pada router. Selain itu, pemutaran video melalui pemutar pihak ketiga sering gagal karena fitur RTSP belum diaktifkan di menu perangkat atau port 554 belum diteruskan dengan benar.
Layanan IPnesia menyediakan alamat IP public statis yang beroperasi dengan metode penerusan terarah. Router atau perangkat Anda di lokasi kamera akan membuka koneksi *tunnel* keluar (seperti WireGuard, L2TP/IPsec, atau SSTP) menuju server IPnesia. Karena inisiasi sambungan dibuat dari dalam jaringan lokal Anda ke luar, batasan CGNAT dan pemblokiran koneksi masuk oleh penyedia internet dapat dilewati dengan andal.
Seluruh lalu lintas internet yang masuk ke alamat IP public statis Anda di server IPnesia akan dialirkan langsung melalui jalur *tunnel* tersebut ke router lokal. Dari router, Anda tinggal meneruskan paket data ke alamat IP kamera atau NVR Reolink. Lalu lintas data untuk port media 9000 akan sampai ke aplikasi Reolink tanpa hambatan, begitu juga akses web via port 443 atau 80 serta stream RTSP via port 554.
Mulailah dengan menetapkan IP lokal tetap pada NVR atau kamera Reolink Anda melalui router atau langsung di menu perangkat. Setelah itu, aktifkan koneksi *tunnel* pada router utama Anda agar tersambung ke jaringan IP public statis. Pastikan koneksi *tunnel* sudah terhubung sempurna sebelum Anda menyusun aturan pengalihan data pada firewall router.
Selanjutnya, buat aturan penerusan port (dstnat) pada router. Arahkan port media 9000 ke IP lokal Reolink untuk menjamin fungsi streaming di aplikasi resmi. Jika Anda membutuhkan akses manajemen peramban atau pemutar pihak ketiga, teruskan port HTTPS 443 dan port RTSP 554. Bila perlu, port ini dapat disesuaikan pada pengaturan jaringan lanjutan di aplikasi atau klien desktop. Terakhir, uji koneksi menggunakan jaringan seluler dari luar rumah.
Ganti 192.168.88.20 dengan IP tetap perangkat di jaringan Anda, dan ipnesia dengan nama interface tunnel Anda. Sesuaikan port bila Anda mengubahnya di perangkat.
/ip firewall nat add chain=dstnat in-interface=ipnesia protocol=tcp dst-port=9000 action=dst-nat to-addresses=192.168.88.20 to-ports=9000 comment="Reolink 9000/tcp" /ip firewall nat add chain=dstnat in-interface=ipnesia protocol=tcp dst-port=443 action=dst-nat to-addresses=192.168.88.20 to-ports=443 comment="Reolink 443/tcp" /ip firewall nat add chain=dstnat in-interface=ipnesia protocol=tcp dst-port=80 action=dst-nat to-addresses=192.168.88.20 to-ports=80 comment="Reolink 80/tcp" /ip firewall nat add chain=dstnat in-interface=ipnesia protocol=tcp dst-port=554 action=dst-nat to-addresses=192.168.88.20 to-ports=554 comment="Reolink 554/tcp" /ip firewall filter add chain=forward action=accept connection-nat-state=dstnat in-interface=ipnesia place-before=0 comment="izinkan dstnat dari IPnesia"
Port terbuka bila perintah ini berhasil tersambung. Untuk port UDP, uji langsung memakai aplikasi/klien terkait.
nc -vz IP_PUBLIC_ANDA 9000 nc -vz IP_PUBLIC_ANDA 443 nc -vz IP_PUBLIC_ANDA 80 nc -vz IP_PUBLIC_ANDA 554
Membuka akses perangkat pengawas langsung ke internet membutuhkan langkah pencegahan yang ketat. Selalu gunakan kombinasi kata sandi yang kuat dan unik untuk akun administrator NVR maupun kamera Reolink Anda. Hindari memakai kata sandi standar pabrikan karena rentan terhadap upaya pemindaian otomatis di jaringan publik.
Jangan lupa untuk selalu memperbarui *firmware* perangkat Reolink ke versi terbaru guna menutup celah keamanan teknis yang mungkin ditemukan. Apabila Anda memutuskan untuk membuka antarmuka web perangkat agar bisa dipantau dari luar, pastikan untuk mengaktifkan protokol HTTPS pada port 443 dan hindari penggunaan HTTP biasa agar proses pengiriman data login tetap terenkripsi.
Solusi ini membutuhkan perangkat di sisi Anda yang mampu menjalankan klien *tunnel*, misalnya router jaringan yang mendukung protokol seperti WireGuard, L2TP/IPsec, atau SSTP. Tanpa adanya router atau perangkat perantara yang kompatibel, koneksi *tunnel* keluar menuju IP public statis tidak dapat dibentuk dari jaringan lokal Anda.
Kualitas tampilan video saat diakses dari luar sangat dipengaruhi oleh kecepatan unggah (*upload*) koneksi internet lokal, batas kecepatan paket *tunnel*, dan latensi tambahan yang timbul akibat enkripsi jalur perantara. Penting dipahami bahwa memiliki IP public statis hanyalah sarana perutean jaringan dan bukan pengganti pengamanan internal perangkat Reolink Anda.
| Gejala | Penyebab | Solusi |
|---|---|---|
| Tidak muncul gambar dari luar walau antarmuka web bisa dibuka | Port media 9000 belum diteruskan pada router ke IP lokal perangkat Reolink. | Buka pengaturan router Anda, tambahkan aturan penerusan port (dstnat) untuk port media 9000 TCP menuju alamat IP lokal kamera atau NVR Reolink. |
| Stream RTSP gagal di VLC | Fitur RTSP belum aktif di pengaturan perangkat Reolink atau port 554 belum diteruskan. | Aktifkan fungsi RTSP di menu pengaturan perangkat Reolink, lalu buat aturan penerusan port 554 TCP pada router ke IP perangkat tersebut. |
Bisa, Anda dapat mengubah konfigurasi port bawaan seperti port media 9000, HTTP 80, HTTPS 443, dan RTSP 554 melalui menu pengaturan jaringan lanjutan pada aplikasi ponsel atau klien desktop Reolink.
Port media 9000 secara khusus menangani transmisi aliran data audio dan video langsung ke aplikasi serta klien resmi Reolink, sedangkan port HTTP atau HTTPS hanya dipakai untuk menampilkan menu antarmuka web.
Tidak selalu, pada beberapa model atau konfigurasi, fitur RTSP harus diaktifkan secara manual terlebih dahulu di menu pengaturan perangkat sebelum port 554 dapat digunakan oleh pemutar pihak ketiga.
Tidak perlu. Jika Anda hanya memantau kamera atau NVR saat terhubung ke jaringan lokal yang sama, Anda cukup mengaksesnya langsung menggunakan alamat IP privat perangkat tanpa membutuhkan IP public statis maupun konfigurasi tunnel.
Pilih sesuai protokol yang didukung perangkat Anda: Essential (L2TP/SSTP) untuk Mikrotik RouterOS 6/7 atau Windows, Pro (WireGuard) untuk RouterOS 7, Linux, dan perangkat modern.
.conf / .rsc atau scan QR