ID-150 Essential
- 1 IPv4 publik statis khusus Anda
- Speed hingga 150 Mbps
- Kompatibel Mikrotik, Windows & router
- Kredensial & perintah siap-salin di panel
Port 3001, status page publik, dan mengapa monitoring sebaiknya punya alamat IP tetap.
Diperbarui: 3 November 2026 · Port dan pengaturan mengacu pada nilai bawaan perangkat
Ringkasnya: Akses Uptime Kuma dengan IP public statis memungkinkan status page dan antarmuka web dipantau dari luar jaringan lokal. Dengan mengarahkan lalu lintas melalui tunnel keluar ke server IPnesia, koneksi publik diteruskan langsung ke port 3001 pada server lokal Anda tanpa terhalang pembatasan CGNAT atau perubahan alamat IP dinamis dari penyedia internet.
| Port | Protokol | Fungsi | Diteruskan? |
|---|---|---|---|
3001 | TCP | Antarmuka web Uptime Kuma | Opsional |
Port di atas adalah nilai bawaan. Bila Anda mengubahnya di perangkat, sesuaikan aturan penerusan port.
Saat Anda memasang Uptime Kuma di jaringan lokal, layanan pemantauan ini berjalan dengan baik untuk memantau server internal. Masalah muncul saat Anda ingin membagikan status page ke publik atau mengecek dashboard dari luar rumah atau kantor. Sebagian besar koneksi internet pelanggan berada di balik CGNAT, di mana satu alamat IP publik dipakai bersama oleh banyak pelanggan, sehingga router Anda tidak memiliki alamat publik yang bisa dihubungi langsung dari internet.
Selain CGNAT, alamat IP yang diberikan penyedia internet sering kali bersifat dinamis dan berubah secara berkala. Jika Anda mencoba membuka akses status page dari luar jaringan tanpa rute yang tepat, koneksi akan gagal karena port belum diteruskan atau jalur masuk tertahan oleh sistem jaringan penyedia internet. Akibatnya, pemantauan sistem Anda tidak dapat dilihat oleh pengguna di luar jaringan lokal.
Penggunaan IP public statis mengatasi kendala tersebut dengan membangun jalur komunikasi terdedikasi. Router atau perangkat Anda menginisiasi koneksi tunnel keluar menuju server IPnesia. Karena koneksi dimulai dari dalam jaringan lokal menuju server perantara, mekanisme ini dapat menembus firewall penyedia internet dan melewati hambatan CGNAT tanpa memerlukan pengaturan khusus pada modem internet penyedia.
Setelah tunnel terbentuk, lalu lintas dari internet yang menuju ke alamat IP public statis akan diteruskan secara langsung melewati tunnel ke perangkat Anda. Untuk Uptime Kuma, antarmuka web dan status page menggunakan port 3001 dengan protokol TCP. Lalu lintas pada port tersebut diarahkan ke server pemantauan Anda sehingga halaman status dapat diakses publik secara konsisten.
Langkah awal dimulai dengan mengaktifkan koneksi tunnel pada router atau perangkat lokal Anda agar terhubung ke server penyedia. Pastikan antarmuka tunnel telah aktif dan rute data terbentuk. Setelah itu, tentukan alamat IP lokal yang tetap untuk perangkat yang menjalankan Uptime Kuma di jaringan LAN agar tujuannya tidak berubah saat perangkat dinyalakan ulang.
Langkah berikutnya adalah menambahkan aturan penerusan port atau destination NAT pada router. Arahkan koneksi masuk dari antarmuka tunnel pada port 3001 TCP menuju alamat IP lokal perangkat Uptime Kuma pada port 3001. Terakhir, lakukan pengujian akses dengan membuka alamat IP publik Anda menggunakan browser dari jaringan lain di luar LAN untuk memastikan status page terbuka dengan baik.
Ganti 192.168.88.20 dengan IP tetap perangkat di jaringan Anda, dan ipnesia dengan nama interface tunnel Anda. Sesuaikan port bila Anda mengubahnya di perangkat.
/ip firewall nat add chain=dstnat in-interface=ipnesia protocol=tcp dst-port=3001 action=dst-nat to-addresses=192.168.88.20 to-ports=3001 comment="Uptime Kuma 3001/tcp" /ip firewall filter add chain=forward action=accept connection-nat-state=dstnat in-interface=ipnesia place-before=0 comment="izinkan dstnat dari IPnesia"
Port terbuka bila perintah ini berhasil tersambung. Untuk port UDP, uji langsung memakai aplikasi/klien terkait.
nc -vz IP_PUBLIC_ANDA 3001
Membuka akses layanan lokal ke jaringan internet memerlukan perhatian ekstra pada aspek keamanan. Uptime Kuma menyediakan status page yang bisa dibagikan ke pengguna, namun antarmuka administratif memuat informasi sensitif mengenai infrastruktur yang dipantau. Anda wajib mengaktifkan autentikasi admin dengan kredensial yang kuat sejak awal instalasi untuk mencegah perubahan setelan oleh pihak luar.
Selain autentikasi yang kuat, batasi akses dashboard pemantauan hanya untuk pengguna yang berkepentingan. Jika tujuan utama Anda hanya menampilkan status pemantauan kepada publik, Anda dapat memanfaatkan aturan penyaringan atau pemisahan rute agar antarmuka pengelolaan tetap terlindungi dari akses luar yang tidak diinginkan.
Penerapan akses ini membutuhkan router atau perangkat yang mampu menjalankan klien tunnel secara stabil. Kecepatan akses halaman dan pembaruan data juga akan dibatasi oleh kecepatan upload koneksi internet lokal Anda serta kapasitas paket tunnel yang digunakan. Jika kapasitas upload lokal Anda sedang padat, pemuatan halaman status dari luar jaringan bisa terasa lebih lambat.
Selain itu, sambungan melalui tunnel akan menambah sedikit latensi karena paket data harus melewati perantara terlebih dahulu sebelum sampai ke server lokal Anda. Perlu dipahami juga bahwa memiliki IP public statis bukan pengganti pengamanan perangkat. Anda tetap bertanggung jawab mengelola pembaruan sistem dan keamanan aplikasi Uptime Kuma secara mandiri.
| Gejala | Penyebab | Solusi |
|---|---|---|
| Status page tidak bisa dibuka dari luar | Port belum diteruskan dengan benar pada router lokal atau koneksi terhalang oleh pembatasan CGNAT tanpa tunnel yang aktif. | Periksa status sambungan tunnel pada router, pastikan aturan NAT mengarahkan port 3001 TCP ke IP lokal Uptime Kuma, dan uji akses menggunakan jaringan internet luar. |
Dashboard memuat pengaturan penting seperti daftar host pemantauan dan sistem notifikasi. Membatasi akses dashboard mencegah pihak luar memodifikasi konfigurasi, sementara status page tetap aman dibuka oleh publik untuk melihat status layanan.
Secara bawaan Uptime Kuma memakai port 3001 TCP. Anda dapat mengonfigurasi aplikasi untuk berjalan pada port lain di server lokal, kemudian menyesuaikan target port pada aturan penerusan di router Anda.
Anda tidak memerlukan IP public statis jika Uptime Kuma hanya difungsikan untuk memantau perangkat internal kantor dan status pemantauan tidak perlu dilihat oleh pengguna dari luar jaringan lokal.
Tidak, koneksi internet untuk kebutuhan umum tetap berjalan seperti biasa. Hanya lalu lintas yang secara spesifik diarahkan melalui tunnel yang akan diteruskan ke server pemantauan Uptime Kuma.
Pilih sesuai protokol yang didukung perangkat Anda: Essential (L2TP/SSTP) untuk Mikrotik RouterOS 6/7 atau Windows, Pro (WireGuard) untuk RouterOS 7, Linux, dan perangkat modern.
.conf / .rsc atau scan QR